Yuk… Kita Belajar Goblok ala Bob Sadino

Belajar Goblok dari Bob Sadino

Siapa sich yang gak kenal dengan Bob Sadino, begawan entrepreneur Indonesia ini memiliki gaya yang unik, nyentrik baik dari segi penampilan yang selalu memakai celana pendek & baju putih, maupun gaya pemikirannya yang nyleneh tapi memiliki makna yang sangat mendalam.

Untuk memahami jalan pemikiran beliau memang tidak semestinya menelan mentah-mentah apa yang disampaikan, tapi perlu sedikit menguliti apa dibalik yang kasat mata maupun kasat pikiran. Sebab bahasa Bob Sadino yang ceplas ceplos itu akan membuat bingung kalau tidak dibuka tabirnya.

Tulisan ini memang tidak bisa sepenuhnya mewakili jalan pemikiran beliau yang amat luas, tapi sangat lumayanlah buat mengerti secara garis besar apa yang menjadi gagasan beliau. Harapannya kita bisa menerapkan jurus-jurus maut dari beliau & siapa tahu bisa sesukses beliau. Apa yang disampaikan dalam tulisan ini bukan teori tapi dari hasil praktek jangka panjang yang sudah tentu sangat teruji. Buktinya beliau sudah punya bisnis yang sangat besar antara lain: supermarket Kem Chicks, PT Kem Foods ( pabrik sosis & ham), PT Kem Farms (pabrik pengolah sayur), dll.

Saya hanya meringkas dari buku beliau yang berjudul “Belajar Goblok Dari Bob Sadino” karangan Dodi Mawardi. Semoga tulisan yang sederhana ini bisa menginspirasi para pebisnis, terutama yang baru atau akan memulai bisnis. Biar kita semakin mantab dalam melangkah untuk menjadi pengusaha. Biar gak ada lagi rasa takut, gak banyak mikir dan gak terlalu njlimet, mengalir saja seperti air sungai.

Beberapa pemikiran beliau yang bisa saya tangkap antara lain:

1. Banyak Action, Mencari Kegagalan Sebanyak Mungkin
Kesuksesan bagi Bob Sadino hanyalah setitik seperti puncak gunung yang dibangun dari sekian banyak kegagalan, seperti puncak gunung yang berdiri diantara kaki-kaki gunung yang tak terhitung jumlahnya.

Jadi tidak ada kunci sukses apapun selain banyak melakukan usaha, banyak mencoba, banyak merangkai kegagalan. Dari setiap kegagalan itu pasti terkandung pembelajaran. Dari pembelajaran demi pembelajaran itu yang akan membentuk kita makin pinter dan makin bertumbuh lebih besar & kuat. Seperti anak kecil yang tidak lelah belajar berjalan meski harus jatuh berkali-kali. Mengapa? Karena bayi itu merasa goblok tidak tahu apa-apa, tidak tahu kalau jatuh itu berakibat sakit. Jadi bayi itu tidak mengenal apa itu trauma yang dipikirkan hanya pingin secepatnya bisa berjalan & berlari.

“Cukup satu langkah awal. Ada kerikil saya singkirkan. Melangkah lagi, bertemu duri saya singkirkan. Terhadang lobang saya lompati. Melangkah lagi, bertemu api saya mundur. Melangkah lagi, berjalan terus & mengatasi masalah.” (Bob Sadino)

“Orang ‘pintar’ biasanya banyak ide, bahkan terlalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang ‘goblok’ mungkin hanya punya satu ide, dan satu ide itulah yang menjadi pilihan usahanya.” (Bob Sadino).

2. Memanfaatkan Kemampuan Orang Lain
Menurut beliau, makna utama dari manajemen adalah memanfaatkan orang lain untuk mencapai sesuatu. Untuk jadi orang sukses kita tidak perlu pintar, tapi yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan orang pintar untuk menjadi mitra bisnis kita. Tentu saja semua dalam kodidor “win win solution” (saling menguntungkan).

Ketika Bob berbisnis telur ayam, banyak yang mengira beliau punya peternakan yang luas. Pun ketika beliau mengekspor ribuan ton sayuran ke Jepang, banyak yang mengira beliau memiliki perkebunan budidaya sayuran yang amat luas. Padahal faktanya tidak benar, sampai sekarang beliau tidak memiliki peternakan & perkebunan yang luas. Yang dilakukan hanyalah bermitra dengan banyak orang, beliau membina para peternak & petani, selanjutnya beliau yang memasarkan. Pintar apa bodoh hayoo…, he..he…

3. Tidak Pelit Ilmu & Menjadi Pionir
Ketika beliau memulai bisnis telur ayam broiler saat itu belum ada yang melakukan, karena saat itu yang ada telur ayam kampung. Beliau yang dengan gigih mengedukasi pasar, dan tentu saja berdarah-darah merintisnya. Ketika pasar sudah bisa menerima, beliau rela berbagi ilmu kepada khalayak. Para peternak ayam diajari cara beternak ayam broiler yang baik, selanjutnya ketika banyak orang yang beternak ayam, beliau menyiapkan freezer sebagai tempat penyimpanan & penampungan daging ayam, selanjutnya dijual dengan harga tinggi.

Ketika orang beramai-ramai berkebun & menanam sayuran, Bob Sadino justru mengajarkan pada para petani cara bertanam sayuran yang bisa menghasilkan sayuran yang berkualitas. Kemudian menyiapkan penampungan & pengolahan sayuran berteknologi tinggi , dan mengekspornya ke Jepang.

4. Belajar Jadi Goblok Dulu
Setiap bertemu dengan orang baru siapapun itu beliau selalu memposisikan diri sebagai orang goblok (tidak keminter), layaknya gelas kosong. Beliau berusaha belajar dengan banyak orang yang ditemui mulai tingkat bawah sampai level atas. Beliau berusaha menyerap ilmu sebanyak mungkin, itu artinya beliau siap menjadi pendengar yang baik. Suatu sikap mulia yang sangat sulit ditemui untuk orang sekaliber beliau.

“Semakin goblok seseorang, akan kian banyak ilmu yang diperolehnya. Saya menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain.” (Bob Sadino).

“Orang pintar biasanya paling banyak harapannya. Bahkan maunya berhasil dalam waktu singkat. Padahal semua itu impossible! Orang goblok harapannya hanya satu; hari ini bisa makan! (Bob Sadino).

Sebenarnya masih banyak yang bisa diungkap dari pemikiran Bob Sadino, tapi sementara 4 poin itu dulu yang saya tulis, Insya Alloh di lain kesempatan saya sambung lagi. Mohon maaf bila terdapat banyak kekurangan. Terima kasih.

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Yuk… Kita Belajar Goblok ala Bob Sadino”

  1. Artikel blog Anda sangat menarik. Saya suka artikel ini. Terima kasih banyak.

  2. android apps says:

    Very interesting information!Perfect just what I was looking for! “Love endures only when the lovers love many things together and not merely each other.” by Walter Lippmann.

Leave a Reply