Sejarah Bangsa Jepang (3)

Jepang Tahun 1945

Jepang Tahun 1945

MASA RESTORASI MEIJI
Selama masa politik Sakoku, ternyata Jepang tidak sepenuhnya menutup diri dari dunia luar. Jepang masih berhubungan dengan pedagang-pedagang dari Belanda , di Pulau Deshima. Dari interaksi itu diperoleh informasi bahwa dunia Barat telah mencapai banyak kemajuan di berbagai bidang. Hal ini membuat kaum samurai beranggapan bahwa kemajuan bangsa Barat merupakan sebuah ancaman bagi Jepang. bangsa Jepang akhirnya mulai mempelajari berbagai ilmu dari Barat, khususnya bidang kemiliteran dan persenjataan.

Pada akhir abad ke-18, struktur sosial politik yang dibentuk Tokugawa dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi setelah peristiwa komodor M.C. Perry dari Amerika Serikat memasuki teluk Tokyo tahun 1853. Peristiwa tersebut lebih membuka mata para elite samurai bahwa negara-negara Barat telah mencapai kemajuan pesat. Kondisi ini melahirkan kesadaran masyarakat Jepang, khususnya para elite samurai untuk membuka diri dan belajar dari negara Barat agar bisa bersaing.

Keshogunan Tokugawa pelan-pelan melemah, dan kaum samurai melakukan pemberontakan. Akhirnya keshogunan Tokugawa tumbang dan kekuasaan kembali dipegang oleh kaisar. Kaisar Meiji kembali berkuasa, memindahkan ibukota dari Kyoto ke Edo (sekarang Tokyo). Kaisar mengadopsi sistem pemerintahan monarki konstitusional dan membuat undang-undang dasar.

Restorasi Meiji merupakan sebuah gerakan Kaisar Meiji yang melakukan perombakan dan perbaikan struktur kenegaraan dan sosial. Kaisar Meiji membangun negara Jepang menjadi negara modern yang didukung oleh perangkat-perangkat modern, birokrasi yang kuat, negara terpusat, negara berkonstitusi dan berparlemen, semua mengacu pada tata cara dunia barat.

Dalam mencapai modernisasi, Jepang menitikberatkan pada perbaikan 3 bidang utama, yakni: Pertanian, Pertahanan Keamanan, dan Pendidikan. Perbaikan di bidang pertanian dilakukan untuk mencapai swasembada pangan dan untuk meningkatkan keuangan. Reformasi bidang pertahanan keamanan dilakukan untuk memperkuat pertahanan militer dalam ranga mengantisipasi ancaman dari negara lain. Sedangkan reformasi di bidang pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas SDM guna menjalankan roda pembangunan.

Kemajuan pesat yang dicapai Jepang dalam waktu yang singkat menumbuhkan nasionalisme dan kebanggaan yang berlebihan dalam diri bangsa Jepang. Jepang akhirnya menjadi negara imperialis dan terseret dalam Perang Dunia (PD) I dan II. Pada PD II Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia. Jepang mulai serakah dan sangat ambisius menyerang negara-negara lain untuk dijadikan koloni, mulai pesisir timur vdaratan China sampai Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pada PD II Jepang akhirnya kalah dari Amerika dan sekutunya tahun 1945, yakni dengan dibomnya kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika. Ini sebagai tindakan balas dendam karena pada PD I Jepang mengebom Pearl Harbour pada tahun 1941. Akibat PD II Jepang mengalami kehancuran total, perekonomian lumpuh, dan rakyat Jepang sangat menderita.

 

PASCA PERANG DUNIA II

Akibat PD II dengan Jepang sebagai pihak yang kalah, Jepang mengalami kehancuran di segala bidang. Pabrik banyak yang tidak beroperasi karena banyak tenaga kerja yang hilang dan tidak tersedianya bahan baku. Pengangguran terus bertambah, sektor pertanian tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyat, sarana transportasi sangat minim, pasokan listrik juga sangat kurang. Intinya, Jepang benar-benar dalam kondisi terpuruk pasca PD II.

Meski hancur lebur, semangat rakyat Jepang untuk cepat bangkit kembali sangatlah luar biasa. Dengan semangat samurai, mereka pantang menyerah, sanggup menahan derita. Mereka merasa harus cepat bangkit untuk mengembalikan harga diri bangsa yang sempat hancur.

Jepang melakukan pembenahan besar-besaran pada sektor pertanian dan pendidikan. Reformasi pertanian bertujuan untuk mengupayakan swasembada pangan bagi rakyatnya. Sedangkan reformasi di bidang pendidikan, banyak pemuda Jepang yang dikirim ke luar negeri (terutama Amerika) untuk belajar teknologi modern dan diterapkan di Jepang.

Dalam mengembangkan ekonomi, utamanya industri Jepang menerapkan 4 tahap:
1. Meniru dan mengembangkan
2. Memperluas jangkauan pasar
3. Meningkatkan kualitas
4. Menguasai pasar

Dengan 4 tahapan itu dalam kurun waktu sekitar 20 tahun kemudian, Jepang mampu membuat terkejut seluruh mata dunia. Jepang bukan hanya sekedar bangkit dari keterpurukan, tapi Jepang sudah menjelma menjadi negara maju dengan tingkat kekuatan ekonomi terbaik no 2 di dunia setelah Amerika Serikat.

Jepang sudah menguasai pasar dunia untuk beberapa kategori, misalnya untuk merk jam tangan dikuasai oleh Seiko, untuk motor dikuasai Honda dan Yamaha, untuk mobil dikuasai merk Toyota, Honda, Nissan, dll. Bahkan untuk perlengkapan elektronik Jepang menguasai dengan Matsushita.

Dalam strategi penguasaan pasar, Jepang menggunakan prinsip kaizen (perbaikan secara terus menerus). Pada awalnya produk Jepang rata-rata memiliki kualitas rendah. Tapi seiring dengan waktu terus melakukan perbaikan, dan akhirnya menjadi produk unggulan di kelasnya.

Jepang juga sangat pandai membaca selera pasar, mempelajari kelemahan-kelemahan kompetitor, dan berusaha menawarkan produk lebih berkualitas dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk yang dimiliki pesaing. Pada akhirnya konsumen lebih memilih produk Jepang, umumnya karena 2 alasan, yakni lebih murah dan lebih berkualitas.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply