Sejarah Bangsa Jepang (2)

Shogun

Shogun

ZAMAN FEODAL

Zaman feodal di Jepang ditandai dengan adanya penggerogotan hak-hak kepemilikan tanah yang telah ditetapkan sebagai milik publik oleh kaum bangsawan dan pemimpin agama. Sebagai akibatnya muncullah tuan-tuan tanah (bangsawan feodal) yang menguasai tanah dan pendudukyang ada. Lambat laun kekuatan pusat kekaisaran melemah akibat munculnya kekuatan-kekuatan feodal pemilik tanah yang membangun jaringan kekuasaan sendiri atas tanah yang mereka kuasai. Hal ini memicu munculnya kembali hubungan kekerabatan berdasarkan klan, yang mana hal ini sudah dieliminasi pada zaman Nara.

Klan-klan yang ada saling memperluas daerah kekuasaan. Persaingan besar kembali muncul antara keluarga Minamoto dan keluarga Taira. Akhirnya keluarga Minamoto berhasil mengalahkan keluarga Taira pada pertempuran di Danboura tahun 1185. Keluarga Minamoto yang dipimpin oleh Yoritomo Minamoto kemudian mendirikan Shogunat, pemerintahan yang dipimpin oleh Shogun (golongan kesatria) untuk pertama kalinya pada tahun 1192. Yoritomo memerintah selama kurun waktu 32 tahun, kemudian menyerahkan kekuasaan pada keluarga Hojo (keluarga istri Yoritomo). Keluarga Hojo memerintah di Kamakura sampai tahun 1333.

Shogunat keluarga Hojo yang mulai melemah berhasil dikalahkan oleh Kaisar Go-Daigo, yang memerintah sampai tahun 1338. Keluarga shogun yang dipimpin keluarga Ashikaga merebut kembali kekuasaan dari tangan kaisar. Ashikaga memusatkan pemerintahan di Muromachi, memerintah selama 200 tahun. Ashikaga gagal mempersatukan dan menaklukkan seluruh Jepang, sehingga terjadi peperangan antar tuan tanah (daimyo) yang berkepanjangan.

Setelah terjadi peperangan berkepanjangan, Oda Nobunaga berhasil menaklukkan para daimyo pesaingnya. Sebelum berhasil menyatukan Jepang Oda Nobunaga dibunuh oleh musuh politiknya tahun 1582. Jenderal Hideyoshi Toyotomi kemudian melanjutkan penyatuan Jepang dan berhasil memulihkan ketertiban dengan bantuan Ieyashu Tokugawa. Dan akhirnya Tokugawa berhasil memperkuat diri serta berhasil mengambil alih kekuasaan seluruh kepulauan Jepang pada tahun 1603.

MASA KESHOGUNAN TOKUGAWA
Tokugawa memusatkan kekuasaannya di Edo (sekarang bernama Tokyo). Untuk menjaga persatuan dan nilai-nilai luhur bangsa Jepang, Shogunat. Tokugawa menetapkan politik menutup diri (Sakoku) dari dunia luar tahun 1639. Ada dua tujuan utama dilakukannya politik sakoku:
– mempertahankan status quo pemerintahan feodal dari intervensi asing
– membentuk identitas budaya bangsa yang bersumber dari ajaran moral samurai (bushido).Ajaran samurai (bushido) mengajarkan tatanan moral yang sangat mulia, antara lain: kesetiaan, kejujuran, etika sopan santun, tatakrama, disiplin, kerelaan berkorban, kerja keras, kebersihan, hemat, kesabaran, ketajaman berpikir, dan kesederhanaan.Diberlakukannya politik isolasi ini memberi dampak positif dan dampak negatif bagi perkembangan bangsa Jepang.
> Dampak Positif
Nilai-nilai bushido tertanam, mengakar sangat kuat dan menjadi karakter bangsa Jepang sampai saat ini. Kemajuan bangsa Jepang yang dicapai saat ini salah satu faktor penyebabnya adalah karena semangat yang dimiliki oleh bushido ini.

> Dampak Negatif
Perkembangan teknologi lambat, tertinggal dengan bangsa-bangsa lain. Pun juga sistem masyarakat yang represif dan diskriminatif sering menimbulkan gejolak dan ketidakpuasan rakyat.
Politik isolasi ni berlangsung sangat lama, kurang lebih hampir selama 250 tahun. Masa isolasi ini berakhir setelah adanya Restorasi Meiji, yang membuat Jepang kembali membuka diri, terbuka terhadap dunia luar.
You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Sejarah Bangsa Jepang (2)”

  1. Isis says:

    I see a lot of interesting posts on your page. You have to spend a lot
    of time writing, i know how to save you a lot of time, there
    is a tool that creates unique, SEO friendly posts in couple of minutes, just
    search in google – k2 unlimited content

Leave a Reply