Pedagang China: Mental Baja, Tahan Menderita dan Pantang Menyerah

Kegagalan bisnis yang PERTAMA membuat kita lebih gigih, kegagalan KEDUA kita jadikan sebagai pelajaran agar lebih pintar, kegagalan KETIGA membuat kita lebih bijak dalam melangkah, kegagalan SELANJUTNYA adalah ujian kesabaran & ketabahan sebelum kita sampai ke puncak SUKSES.

Pedagang China

Pedagang China

Itu ungkapan dari para pedagang China yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bukan hanya dalam bidang bisnis, semua bidang selalu berlaku bahwa sukses dibangun dari serangkaian kegagalan. Para pedagang China siap bertarung untuk menghadari kegagalan, dan mereka yakin bahwa suatu saat mereka pasti sukses. Kesuksesan hanya masalah waktu, jadi mereka belum akan berhenti berusaha dan tidak akan menyerah sampai mencapai kesuksesan.

Para pedagang China menunjukkan kegigihan dalam berdagang sangat luar biasa seakan tanpa batas, seingga muncul anggapan bahwa orang China memang ditakdirkan ahli dalam bisnis. Mereka sabar memulai bisnis yang bener-bener dari nol, modal sangat terbatas, kemampuan juga sangat terbatas, tetapi mereka melakukan dengan penuh keyakinan bahwa bisnisnya akan terus berkembang, pelan tapi pasti akan terus tumbuh menjadi semakin besar.

Mereka punya tekad bahwa jika dia saat ini hanya penjual di pinggir jalan, maka anaknya nanti harus memiliki toko, cucunya nanti harus bisa mendirikan pabrik. Coba kita lihat sejarah bisnis beberapa orang kaya berikut: Alim Markus (PT. Maspion), Robert & Michael Hartono (Djarum), Poetra Sampoerna (Group Sampoerna), Anthony Salim (PT. Indofood) dan masih banyak lagi. Mereka semua umumnya meneruskan bisnis orang tuanya yang masih sangat sederhana, kemudian dikembangkan secara profesional sampai benar-benar besar dan akhirnya menggurita ke banyak bidang bisnis yang lain.

Tidak heran jika para konglomerat yang bertebaran di seluruh planet ini rata-rata dikuasai oleh para etnis China. Kita tidak perlu iri hati, mereka layak mendapatkannya karena kerja keras dan melalui perjuangan yang tidak kenal lelah. Kita hanya bisa berguru, mengambil sisi positifnya, dengan harapan di masa mendatang akan banyak tumbuh konglomerat-konglomerat asli pribumi Indonesia.

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Pedagang China: Mental Baja, Tahan Menderita dan Pantang Menyerah”

  1. Birdie says:

    Geez, that’s uneeilevablb. Kudos and such.

Leave a Reply