Mengenal Terompet Kiamat (Sangkakala) yang Akan Ditiup Malaikat Isrofil

Terompet sering dipakai (ditiup) sebagai simbol kegembiraan, utamanya ditiup saat pesta menjelang pergantian tahun baru Masehi. Padahal kalau kita melihat ayat Al Qur’an maupun Hadist banyak dijelaskan bahwa sebagai tanda datangnya hari Kiamat adalah dengan ditiupnya terompet (sangkakala / ash-shur) oleh malaikat Isrofil. Ini berarti bahwa terompet adalah simbol bencana bukan simbol kegembiraan.

TEROMPET SANGKAKALA (ash-shur)
Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk). Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil telah memasukkannya ke dalam mulutnya (siap untuk meniupnya), dan dia sedang menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul Itiqad karya Ibnu Utsaimin, hal. 114)

Makna ini disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata:

Seorang badui bertanya:

“Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Rasulullah menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al Jami Ash Shahih 6/113-114, karya Asy Syaikh Muqbil).

“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing.” (Az Zumar: 68)

“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Al Kahfi: 99)

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml: 87)

“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51)

Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa tiupan terompet sangkakala di ayat-ayat tadi selalu diartikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menguraikan bahwa tiupan terompet di hari kiamat itu tiga kali:

– Tiupan pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan)

– Tiupan kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan)

– Tiupan ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).

ALAM SEMESTA BERBENTUK TEROMPET

Alam Semesta Berbentuk Terompet

Alam Semesta Berbentuk Terompet

Sekitar 8 tahun silam dengan dengan bantuan alat dari NASA yakni WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Probe) sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan penelitian tentang bentuk alam semesta. WMAP adalah alat yang merupakan bagian dari program atau misi NASA untuk melihat Kosmologi (studi tentang sifat alam semesta) secara keseluruhan. Proyek ini melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat-bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar.

Akhirnya mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mengagetkan:
– Alam semesta ini berbentuk seperti terompet. Pada bagian ujung belakang wilayah ‘terompet’ alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

“TEROMPET” MALAIKAT ISROFIL SEBESAR ALAM SEMESTA?
Dari keterangan Hadits yang telah disebutkan di atas, kalau sangkakala dari malaikat Isrofil itu besarnya memenuhi langit dan bumi (alam semesta), sementara alam semesta berbentuk seperti terompet. Jadi akan benar adanya kala terompet itu ditiup maka alam semesta akan berhamburan, dan seluruh makhluk akan ketakutan karena dahsyatnya. Dan bisa dibayangkan pula bagaimana besarnya sang malaikat Isrofil itu, sedangkan terompetnya saja sebesar alam semesta…???? Hanya Alloh SWT yang mengetahui segala rahasia yang ada di langit dan di bumi.

Kalau sudah tahu terompet sebagai simbol kiamat atau simbul bencana maha dahsyat, untuk apa kita mau bersuka ria meniupnya di saat pesta tahun baru. Daripada membuat pesta pergantian tahun baru yang hanya menghambur-hamburkan uang, mendingan kita isi dengan renungan untuk mengevaluasi apa yang sudah terjadi pada tahun yang telah kita lewati dan berdo’a semoga semuanya lebih baik di tahun berikutnya, AMIN3x YA ROBBAL ‘ALAMIN.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply