Hama Pada Tanaman Albasia dan Cara Mengatasinya

Pohon Albasia atau sengon adalah salah satu jenis tanaman kayu khas yang tumbuh di wilayah tropis. Di Negara Indonesia, tanaman kayu ini sangatlah dikenal oleh masyarakat dan dapat ditemukan diberbagai macam tempat khususnya di pulau jawa. karena, di pulau jawa tanaman kayu albasia banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Pembudidayaannya ada yang dilakukan secara individu dan ada juga yang melakukannya secara berkelompok. Bahkan juga tidak sedikit yang menjadikan budidaya tanaman pohon albasia ini sebagai sebagai usaha yang dilakukan secara serius dan besar-besaran.

Karena pada kenyataannya mereka sangat menyadari bahwa kayu albasia adalah salah satu jenis kayu tropis yang memiliki nilai ekonomi yang sangat baik dalam pasar komoditas karena permintaan terhadap kayu tersebut cenderung terus meningkat. Maka dari itu membudidayakan tanaman albasia atau sengon dapat juga dikatakan sebagai sebuah investasi yang sangat menjanjikan untuk dijadikan harapan di masa depan. Hal itu dikarenakan oleh berbagai factor salah satunya karena masih tingginya kebutuhan nasional terhadap tanaman kayu albasia ini.

Prospek Bisnis Tanaman Albasia
Tanaman Kayu albasia adalah tanaman jenis hasil kayu hutan yang mempunyai daya serap yang sangat tinggi. Dengan kata lain, permintaan pasar komoditas terhadap tanaman kayu albasia ini masih sangat tinggi. Beberapa yang dapat dijadikan ukuran bahwa permintaan terhadap tanaman kayu albasia ini masih tinggi adalah semakin banyaknya perusahaan-perusahaan pengolahan kayu pabrik kayu lapis atau triplek serta kertas yang berdiri di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut memerlukan kayu albasia sebagai bahan dasar dalam proses produksinya. Nah kondisi seperti saat bias menjadi peluang investasi yang sangat menggiurkan.

Selain karena kebutuhan sehingga mendorong permintaan yang semakin tinggi, waktu tanam yang relative singkat tanaman pohon albasia mempunyai masa pertumbuhan yang termasuk sangat cepat jika dibandingkan dengan jenis tanaman pohon tropis yang lainnya. Tanaman Pohon albasia sudah dapat dipanen atau ditebang pada saat masih usia tanam 5tahun. Bahkan di usianya yang masih 3 atau 4 tahun saja sebagian orang yang membudidaya sudah dapat menjualnya dalam rangka penjarangan di kebun tanaman albasia.Tingginya kebutuhan atas pohon albasia, dapat dipastikan menjual kayu albasia sangatlah mudah. Karena setiap pabrik pengolahan kayu yang berdiri dapat dipastikan akan membutuhkan kayu albasia. Dan penjualannya dinilai berdasarkan besar-kecilnya diameter batang dikali dengan per meter kubik.

Berdasarkan peluang-peluang diatas menjadikan banyak orang berlomba-lomba menanam tanaman pohon albasia. Dengan harapan bias mendapatkan keuntungan dari penjualan pohon albasia jika sudah besar. Namun sayingnya tidak sedikit dari mereka mengeluh karena tanamannya rusak dan tidak maksimal karena diserang oleh hama dan penyakit sehingga hasilnya pun menjadi tidak seperti yang diharapkan bahkan terkadang ada yang sampai merugi. Untuk itu kami mencoba menulis beberapa hama penyakit yang biasa menyerang tanaman albasia agar dapat diketahui, dipelajari sehingga bagi siapapun yang ingin berbudidaya bias mengantisipasi serangan hama penyakit tersebut sehingga tujuan dari budidaya tanaman albasia bias berhasil.

Hama Pada Tanaman Albasia
Berikut beberapa hama penyakit tanaman albasia.
(1). Hama Penggerek Batang atau Boktor
Serangan hama ini pada tanaman albasia bias menyebabkan luka pada batang. Telur hama ini diletakkan pada celah luka yang terdapat pada pohon. Sejak larva mulai menetas hama ini sudah segera melakukan aktivitas penggerekan kedalam jaringan kulit batang. Hama ini dapat dikendalikan dengan melakukan pencongkelan terhadap kelompok telur, menyeset kulit pada batang tepat dititik serangan larva boktor sehingga larva jatuh dan terlepas. Selain itu juga bias dilakukan dengan memakai musuh alami parasitoid, predator seperti kumbang pengebor kayu dan jamur parasit. Cara lain dengan menyuntik atau mengeborkan cairanin sektisida.

(2). Hama Ulat Kantong
Hama ini tidak menyerang dengan cara memakan seluruh bagian daun namun hanya parenkhim daun yang lunak dan membiarkan bagian-bagian daun yang berlilin. Daun tanaman yang diserang hama ini terdapat bercak dengan warna coklat. Pembasmian hama jenis ulat kantong ini bias dengan menggunakan insektisida seperti dessin, bomber, virtako, ambush, karate dan lainnya.

Pembasmian dengan cara lain juga bias dilakukan dengan menggunakan insektisida alami berupa gabungan 1 kilo daun dan batang tembakau yang dihaluskan, digabungkan dengan 1 sendok teh sabun colek serta 15 liter air. Gabungan berbagai bahan tersebut direndam selama kurang lebih 24 jam. Setelah itu campuran disaring dan siapun tuk disemprotkan kebatang tanaman pohon albasia.

(3). Penyakit Karat Furu
Serangan hama ini ditemukan dengan adanya pembengkakan pada batang, ranting, anak ranting dan lembaran daun. Hama penyakit ini dapat menyerang tanaman dengan sangat cepat dan menyerang semua tingkatan umur.

Pengendaliannya dapat dilakuakan dengan mematikan sel-sel penyakit furu, membuang bagian yang terserang, dan mengupas bagian pohon yang terjangkit hama penyakit ini. Selanjutnya diberi olesan atau disemprot dengan campuran bahan alami supaya tidak tumbuh lagi. Campuran bahan alaminya dapat berupa spirtus, bisa juga campuran 0,5 kg garam + 5 kg kapur + 5/ 10 bagian air, atau campuran 1 kg kapur + 1 kg belerang + 10/ 20 liter air. Campuran tersebut dioleskan atau disemprotkan 2 minggu sampai 1 bulan sekali.

Demikian pembahasan kita tentang Hama Pada Tanaman Albasia dan Cara Mengatasinya, semoga bermanfaat. Untuk kebutuhan polybag pembibitan tanaman Albasia silahkan hubungi kami di nomor 081.2325.849500877.0282.1277. www.polybag99.com

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply