Etika Bisnis Orang Jepang

Pebisnis Jepang

Pebisnis Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang sangat teguh memegang tradisi dan kebudayaan asli warisan leluhur, meskipun Jepang saat ini sudah tergolong negara modern (maju). Dalam budaya Jepang terdapat bentuk dan tatanan tingkah laku yang dikondisikan sedemikian ketatnya, dengan resiko sangat berat bagi yang melanggarnya, yakni akan mendapat malu seumur hidup.

Demikian pula dalam berbisnis, Jepang memiliki aturan atau tata cara yang unik yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun jika ingin menjalin hubungan bisnis dengan orang Jepang.

Etika Menjalin Hubungan
Persahabatan dan kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam menjalin hubungan bisnis dengan orang Jepang. Hubungan persahabatan lebih penting daripada soal harga atau uang. Orang Jepang lebih hati-hati dalam menjalin hubungan dengan mitra bisnis baru. Mereka lebih senang jika mitra baru tersebut membawa referensi dari orang yang sudah dikenal sebelumnya.

Sebelum menjalin hubungan kerja, orang Jepang ingin menjalin hubungan persahabatan yang erat terlebih dahulu. Untuk menjalin persahabatan yang erat ini membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak singkat. Biasanya mereka bertemu beberapa kali dulu untuk memahami pribadi masing-masing. Ini bisa dilakukan dengan cara makan pagi atau makan siang bersama, main golf bersama, atau melakukan aktifitas hobby bersama-sama.

Etika Bertemu Dengan Mitra Bisnis
Apabila sudah memasuki hubungan bisnis yang serius, orang Jepang akan mengadakan pertemuan khusus dengan mitra bisnis untuk membicarakan lebih lanjut. Ketika pertama bertemu orang akan membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan dan wujud sikap santun.

Tahap berikutnya tukar-menukar kartu nama (meishi). Cara memberikan kartu nama adalah dengan kedua tangan sebagai bentuk kerendahan hati. Kartu nama sangat penting, ada informasi berharga dari sebuah kartu nama, terutama untuk mengetahui status seseorang. Hal ini berkaitan dengan sikap dan bahasa yang akan digunakan dalam berkomunikasi dengan orang tersebut. Semakin tinggi status seseorang makin halus bahasa yang digunakan.

Proses selanjutnya, untuk menunggu sebuah keputusan dari perusahaan membutuhkan proses agak lama. Sebab keputusan yang diambil perusahaan membutuhkan proses bertahap, karena didasarkan pada keputusan secara kelompok yang melibatkan seluruh kelompok karyawan yang ada di perusahaan. Meskipun kesimpulan akhir ada di tangan direktur tapi tetap harus berdasarkan aspirasi dari kelompok-kelompok yang ada di perusahaan tersebut.

Etika Penolakan
Bagi orang yang belum terbiasa berhubungan dengan pebisnis Jepang, umumnya akan bingung dengan sikap penolakan orang Jepang. Dalam menghadapi ketidaksetujuan (penolakan), orang Jepang tidak menyampaikannya secara tegas. Dengan kata lain orang Jepang tidak mau mengatakan “Tidak” secara langsung. Ini dilakukan untuk menjaga agar tidak ada pihak yang merasa dipermalukan. Demi menjaga keharmonisan hubungan, mereka tidak ingin menyakiti perasaan mitra bisnisnya.

Kata “Ya” bagi orang Jepang belum pasti menunjukkan persetujuan. Akan tetapi kata “Ya” sering digunakan sebagai ungkapan penghormatan terhadap lawan bicara, mereka mendengarkan dan memahami apa yg sedang dibicarakan oleh teman bisnisnya.

Ungkapan penolakan bagi orang Jepang biasanya ditunjukkan dengan sikap menghindar, meminta maaf, diam, atau menggunakan ungkapan yang halus, misalnya:
– “Akan saya tindaklanjuti setelah saya konsultasi dengan atasan sayam”
– “Saya akan mempertimbangkan hal itu.”
– “Ini bukan hal yang mudah.”
– “Saya merasa kurang yakin akan hal ini.”

Etika Dalam Membuat Kontrak Kerjasama
Setelah mencapai kesepakatan, kedua belah pihak sudah sampai pada titik temu, maka orang Jepang akan meminta data-data pendukung dari persahaan mitra bisnis. Bagi mitra yang belum terbiasa berhubungan dengan pebisnis Jepang, umumnya merasa bahwa berkas-berkas yang mesti dilengkapi terlalu banyak (agak ribet). Namun semua ini dilakukan demi menjaga agar semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dan tidak ada pihak yang dikecewakan di kemudian hari.

Langkah berikutnya adalah membuat perjanjian secara tertulis dari apa-apa yang sudah disepakati secara lisan. Dalam hal ini ada hal yang unik dari pebisnis Jepang, yang agak berbeda dengan etika bisnis orang Barat, antara lain:
– Dalam membuat surat perjanjian kontrak kerjasama umumnya orang Jepang tidak suka melibatkan ahli hukum (notaris). Anggapan orang Jepang dengan keterlibatan ahli hukum berarti menunjukkan sikap kurang percaya dari mitranya.
– Adanya kesepakatan untuk meninjau kembali perjanjian yang telah disepakati, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pelaksanaan kontrak. Berbeda dengan pebisnis Barat, mereka akan tetap memegang teguh apa yang tertuang dalam perjanjian kontrak, apapun yang terjadi di kemudian hari.
– Pembatalan kontrak setelah terjadi kerjasama merupakan hal yang paling fatal. Kalau sampai hal ini terjadi, harus menggunakan pihak ketiga untuk menyampaikan alasan. Hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, harus ada ungkapan permintaan maaf sedalam-dalamnya, jangan sampai melukai perasaan pihak yang dirugikan.

Untuk memelihara hubungan baik dengan mitra bisnisnya, orang Jepang biasanya memberi surat penghargaan terhadap semua mitra yang terlibat dalam negosiasi awal. Mereka biasanya saling menukar foto keluarga sebagai ungkapan sikap bahwa mereka menjalin hubungan bukan hanya sekedar kepentingan bisnis semata, tapi juga untuk kepuasan batin dan hubungan kekeluargaan. Dengan begitu diharapkan hubungan bisnis ke depannya dapat berjalan dengan lancar, menguatkan rasa saling percaya, dan memberikan banyak manfaat lebih dari sekedar materi semata.

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Etika Bisnis Orang Jepang”

  1. Good day, Nice submit. There’s an downside to your website with internet internet explorer, might test this specific? IE is still this market director along with a big aspect to other people is going to skip your excellent publishing because of this dilemma.

  2. game terbaru says:

    Great web site. A lot of useful info here. I am sending it
    to some friends ans also sharing in delicious.
    And of course, thank you to your sweat!

Leave a Reply