Cara Mengatasi Hama Penggerek Batang Tanaman Padi

Hama Pada Tanaman Padi

Hama Pada Tanaman Padi

Penggerek batang padi putih merupakanngengat yang termasuk dalam suku Crambidae. Larva hewan ini menjadi hama penting dalam budidaya padi. Gejala yang ditemukan sebelum padi berbunga disebut sebagai sundep dan gejala serangan yang dilakukan setelah malai keluar dikenal sebagai beluk.Ia ditemukan di Asia tropika, seperti di Indonesia, Pakistan, Filipina, maupun Australia tropika di bagian utara.

Hama Penggerek Batang Padi atau yang biasa disebut Sudep atau Beluk merupakan hama utama pada tanaman padi, baik pada musim tanam ke – 1 (rendeng) terlebih saat musim tanam ke – 2 (gadu). Hama ini merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi.
Serangan Hama Penggerek Batang ini di areal pertanaman padi sangat mudah diketahui dengan tanda mati atau keringnya daun padi atau munculnya malai mati berwarna putih yang bila ditarik akan mudah terlepas. Hal ini terjadi karena larva masuk kedalam jaringan sistem pembuluh tanam atau titik tumbuh tanaman. Di lapangan petani biasa menyebut serangan Hama Penggerek Batang ini dengan sebutan Sundep untuk serangan pada masa vegetatif dan Beluk pada saat malai muncul.

# Baca juga Pabrik Karung Beras, Karung Laminasi dan Karung Sablon

tanda awal datangnya atau adanya Sundep bisa dilihat dari adanya ngengat Penggerek di tanaman padi. Ngengat Penggerek biasa disebut Klaper oleh para petani. Ngengat akan menempatkan telur di permukaan daun padi dan bila menetas si larva akan masuk kedalam jaringan tumbuh tanaman yang akan memakan jaringan batang sehingga membuat batang padi mengering dan mati.
Hama Penggerek Batang tanaman Padi yang terdapat di Indonesia terdiri dari 6 jenis, namun hanya 4 yang menjadi hama utama tanaman padi yaitu :
1. Penggerek Batang Padi Kuning (Schirpophaga incertulas)
2. Penggerek Batang Padi Putih (Schirpophaga innotata)
3. Penggerek Batang Padi Bergaris (Chilo suppressalis)
5. Penggerek Batang Padi Merah Jambu (Sesamia inferens).

Karung Laminasi

Karung Laminasi

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa serangan Hama Penggerek Batang terjadi pada setiap fase tanaman padi. Serangan yang cukup dikhawatirkan merupakanfase pembentukan malai ( generatif ) karena tidak ada lagi pembentukan anakan baru seperti pada fase anakan (vegetatif ).
Kita bisa melkukan Pengendalia hama penggerak batang yang paling tepat mulai dari persemaian hingga fase vegetatif dengan pengamatan rutin. Pengendalian Hama Penggerak Batang ( Sundep / Beluk ) yang dilakukan setelah terjadi serangan pada ada fase bunting/generatif tidak efektif atau dapat dikatakan terlambat.

Pengendalian di daerah endemik serangan Hama Penggerek Batang Padi
1. Pengendalian dengan melakukan pengaturan pola tanam
Lakukan penanaman serempak pada seluruh areal atau hamparan persawahan, Gilir pertanaman padi dengan palawiji untuk memutus siklus hidup Hama penggerek Batang Padi. Lakukan pertanaman setelah lewat populasi jumlah ngengat yang terlihat di tunggul padi, untuk langkah ini perlu dilakukan pengamatan.

2. Pengedalian secara mekanik
Pengumpulan kelompok telur Penggerek Batang Padi pada saat masih di areal persemaian padi. Menangkap ngengat Penggerek dengan lampu perangkap. Saat panen, usahakan memotong batang padi hingga pangkal batang dan kemudian dilakukan perendaman areal sawah setelahnya dengan ketinggian 10 cm.

3. Pengendalian secara hayati
Penggunaan musuh alami atau Parasitoid dari Hama Penggerek Batang Padi Trichograma japonicum.

# Jangan lewatkan Begini Cara Budidaya Buah Kurma di Indonesia

4. Pengendalian secara kimiawi
Ini merupakan langkah terakhir bila terpaksa harus dilakukan guna mencegah kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan Hama Penggerek Batang Padi tidak meluas, dengan langkah-langkah :
a). Lakukan pengamatan pada lampu perangkap, bila ditemukan 1 ngengat Penggerak Batang lakukan aplikasi insektisida pada hari ke 4 setalah ditemukan ngengat.
b). Gunakan insektisida butiran ( granular ) pada persemaian jika disekitar areal persemaian ada padi yang menjelang atau siap di panen 1 hari sebelum bibit dicabut ( tanam pindah )
c). Aplikasi Insektisida butiran dapat juga dilakukan pada fase vegetatif dengan dosis 20 kg/ha dengan bahan aktif karbofuran
d). Aplikasi Insektisida cair dilakukan pada fase generatif dengan bahan aktif Dimehipo, Klorntraniliprol, Spinetoram.
e). Perhatikan cara pengaplikasi insektisida yang baik agar hasil yang diperoleh maksimal, seperti pengeringan lahan sebelum di semprot, dilakukan saat embun telah hilang dari tanam, lakukan saat sore hari atau angin tidak berhembus kencang dan tepat dosis berkisar 350 – 500 liter air /ha.
Pengendalian pada areal sporadik (dadakan).

Pada wilayah atau areal pertanaman yang terjadi serangan sporadik, dapat dilakukan dengan melakukan pengendalian dengan insektisida berbahan aktif anjuran seperti yang telah disebutkan diatas sesuai dengan kondisi setempat dengan memperhatikan adanya ngengat pada lampu perangkap atau pertanaman dan aplikasi insektisida dilakukan 4 hari setelah ditemukan ngengat.

Demikan sedikit informasi mengenai Cara Pengendalian Hama Penggerek Batang, semoga sedikit informasi ini bermanfaat bagi pelaku ataupun petugas pertanian di Indonesia. Maju terus pertanian Indonesia.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply